Dari Meja Ketua

Thursday, 19 December 2019 21:44

Sambutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020

Written by

Syalom Bapak/Ibu/saudara kekasih Tuhan,

Tanpa terasa kita sudah ada di penghujung tahun 2019. Tema Perayaan Natal GKII tahun ini adalah Ia datang kepada milik kepunyaanNya (Yohanes 1:11) dan tema Natal PGI ialah Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang (Yohanes 15:14-15) Betapa pentingnya arti kata dalam tema ini. Mencerminkan kebersamaan Allah dengan umatNya. Menimbulkan rasa aman karena selalu bersamaNya. Membangun keakraban karena Allah tidak jauh dari kita. Membuat kita merasa tenteram karena semua persoalan pasti ada jalan keluarnya. Dan yang pasti, kita yakin bahwa pertolonganNya tidak pernah terlambat.

Dalam mayarakat  Yahudi di abad pertama di mana guru agama dipandang sebagai aristokrasi, dan kelompok elit, Yesus malah tampil sebagai non elit. Yesus tidak berbicara bahwa Ia sama seperti penguasa Romawi, bangsawan Herodian, atau aristokrasi para imam. Berlawanan dengan tradisi Yahudi dan budaya Timur tengah, Yesus lebih suka menjadi partner/sahabat bersama dengan mereka yang mengikut Dia.

Orang Farisi memiliki mental kami dan mereka. Konsep kesucian mereka membuat mereka menjadi tinggi hati dan mengucilkan mereka yang tidak dapat mengikuti standar kesucian. Yesus malah menyambut semua orang yang dikucilkan, dan orang berdosa ke dalam kerajaan Allah dan berbicara dengan mereka megenai kehidupan pengalaman konkrit mereka bersama Allah dan sesama.

Kaum elit memandang orang lain dan nilai/aturan mereka berdasarkan sudut pandang. Mereka menjaga hubungan mereka dengan tanda sunat, memberi batasan antara yang umat yang terpilih dan orang yang terbuang. Namun Yesus mengajarkan bahwa talenta harus dilipatgandakan dan mereka yang hilang harus diselamatkan, domba yang hilang harus dicari, bahwa pekerja yang bekerja satu jam dibayar sama dengan yang bekerja sepanjang hari. Orang miskin diberi makan dan orang kaya dibiarkan pergi dengan tangan kosong/hampa. Inilah Kabar baik di era milenial ini.

Dalam hubungan partner/sahabat menurut Yesus ini, status tidak penting, dan persaingan adalah pola kehidupan orang fasik. Panggilan Yesus dalam kesetaraan dalam pemuridan bukan didasarkan pada hanya terdiri dari kelompok karunia yang sama, melainkan saling berkomitmen untuk melaksanakan amanat agung. Yesus bukan elit.Dia menolak nilai budaya yang mempertahankan dan menjaga hak istimewa. Dalam komunitas pemuridanNya, orang-orang yang dikucilkan, ditolak, diremehkan, mengalami pembebasan, penyembuhan, dan saling menghargai satu dengan yang lain.

Orang Farisi, sebagai rabi atas umat, menikmati status mereka yang terhormat dan kekuasaannya yang besar. Keyakinan mereka tentang kesucian membuat mereka mengucilkan mereka yang tidak mampu memenuhi tuntutan hukum taurat (berdasarkan penafsiran mereka). Memisahkan diri mereka dari orang yang dipandang berdosa untuk menjaga posisi mereka sebagai orang kudus dan memampukan mereka untuk bersaing dengan kelompok elit di atas mereka yaitu orang Saduki.

Yesus adalah guru yang dikagumi, mengerjakan banyak mujisat. Orang banyak selalu berkumpul untuk mendengar Dia dan mengalami kesembuhan dengan menjamahNya. Hal ini sangat menggoda untuk menjadi mabuk dengan ketenaran dan kekuasaan. Namun Yesus menolak itu semua. Dia lebih memilih jalan yang sulit.

Hidup dalam komunitas yang ditunjukkan oleh Yesus berarti bahwa guru dan murid dapat saling belajar satu dengan yang lain. Pada suatu saat nanti raja-raja akan direndahkan dan budak serta anak-anak akan ditinggikan. Ini menunjukkan dalam komunitas murid Kristus hak istimewa setiap murid ialah saling menghormati satu dengan yang lain sebagai saudara atau sahabat. Yesus menyatakan diriNya bukan sebagai Elit tetapi sebagai Partner/sahabat yaitu Imanuel (Allah beserta kita) yaitu memberi dan membagi diriNya yang ilahi itu bersama dengan manusia. Sebagai partner/sahabat Yesus menjadi model untuk setiap orang yang dipanggil untuk melayani orang lain mengenapi amanat Agung Yesus Kristus.

Dalam waktu yang tinggal beberapa hari saja menjelang Tahun Baru 2020, marilah kita rebut kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bernilai kekal. Mari kita datang kepada Tuhan dan membangun kebersamaan denganNya (karena Allah rindu menyelamatkan kita dan memiliki hubungan yang manis dengan kita). Mari kita ciptakan kebersamaan dengan keluarga (karena mereka sudah lama menunggu perhatian kita). Mari kita jalin kebersamaan yang mendalam dengan teman-2 dan sahabat kita (karena mereka membutuhkan kasih Tuhan melalui kita). Mari kita rentangkan jembatan kebersamaan dengan orang-2 di sekitar kita (karena selama ini mereka terabaikan). Mari kita pertajam kepekaan terhadap kebutuhan kebersamaan dari komunitas di sekitar kita yang membutuhkan kasih Allah dan jawaban dari setiap persoalan mereka, karena dunia ini sedang kesepian di tengah keramaian dan sedang mengalami kematian di tengah kehidupan. Selamat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Demikian kata sambutan dari saya,bila ada salah kata saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Salam hangat kekeluargaan,Tuhan YESUS Memberkati

 

Read 911 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

Jl. G. Merapi 103 Makassar, 90114

Sulawesi Selatan, Indonesia

Email: sttjaffray@yahoo.com

Telp. 0411-3624129

Fax. 0411-3629549

Kontak Pascasarjana

Email: pascasarjana.sttj@ymail.com
Telp/Fax. 0411-3619757

© 2020 STT Jaffray Makassar. All Rights Reserved.